Urusan Pajak, dan Konsultan Akunting

Silahkan Kunjungi Situs Kami di www.bristoltaxservice.com

Senin, 16 Juni 2008

Halo....semuanya...!!

pengunjung yang kami cintai dan kami hormati, saat ini jaringan internet sudah dapat diakses dimana dan kapanpun dengan kecepatan yang cepat dan tepat.

Senin, 07 April 2008

Ciri-Ciri Jatuh Cinta

Ada dua proses jatuh cinta yang biasanya disebut orang. Pertama terjadi secara tiba-tiba, atau yang dikenali dengan "love at the first sight" (cinta pandang pertama). Dan yang kedua terjadi setelah melalui proses interaksi, atau dalam pepatah Jawa mengatakan "tresno jalaran saka kulino" (cinta yang terjadi setelah pertemuan yang berulang-ulang).

Love at the First Sight

Jatuh cinta "segera" seperti ini, seperti istilahnya, tertumpu pada ketertarikan visual yang ditangkap oleh panca indra. Tentu saja yang ditangkap panca indra ini adalah penampilan fizikal. Bila ada gadis cantik, seksi, dan manis serta ayu, tentu dia akan jadi korban dari banyak first-sight love dari para lelaki di persekitaranya.

Banyak lakonan drama cinta seperti ini adalah terdiri dari kaum lelaki, kerana tidak dinafikan bahwa kaum lelaki ternyata masih memiliki sense untuk tertarik pada kondisi fizikal lawan jenisnya sebagai faktor utama. Kerana sifatnya yang "segera", maka first sight love ini boleh terjadi berulang-ulang pada ramai wanita yang cantik atau lelaki yang tampan. Namun, cukup banyak cinta seperti ini menjadi awal untuk hubungan yang lebih serius bagi banyak pasangan.

Tresno Jalaran Saka Kulino

Jatuh cinta seperti ini keliahatan lebih matang dan kukuh, kerana panah asmara tidak begitu saja memacak apabila sepasang anak manusia bertemu. Ada proses panjang sebelum busur panah asmara dipacakkan, di mana pasangan tersebut saling mengenali, berinteraksi hingga masing-masing tahu kelebihan dan kekurangan setiap individu diantara mereka, hingga kemudian terjadi keserasian yang berakhir pada pertalian kasih seterusnya melahirkan rasa sayang di antara keduanya.

Pada jatuh cinta seperti ini, pertimbangan kondisi fizikal bukanlah faktor utama lagi. Keserasian lebih tepat disebut sebagai faktor utama agar jatuh cinta seperi ini boleh terjadi. Sebagai individu yang pasti memiliki keinginan untuk sharing (berkongsi) dan menyatakan untuk saling mememerlukan, memberikan peluang terjadi match (keserasian) perasaan dengan lawan jenis yang boleh menimbulkan perasaan suka yang berlanjutan menjadi cinta seterusnya melahirkan sayang.

Pengistiharan

Jika seseorang jatuh cinta pada lawan jenisnya, apa yang kemudian terjadi? Tentu saja harus didorong oleh pengistiharan, atau menyatakan cinta secara eksplisit kepada lawan jenisnya. Kultur negara-negara di Asia tidak mengizinkan bila wanita yang mengambil inisiatif pengistiharan cinta ini. Perkara inilah yang menjadikan ia suatu masalah yang pelik apabila si lelaki tidak mampu menangkap signal cinta dari si wanita, atau si lelaki tidak memiliki cukup keberanian untuk mengungkapkan perasaannya.

Bagi wanita, pengistiharan cinta yang eksplisit adalah cukup esensial kerana berfikir bahawa dia tidak ingin agar cintanya bertepuk sebelah tangan. Namun, bagi si lelaki, ketakutan akan penolakan menjadikan pengistiharan ini perkara yang memerlukan keberanian yang cukup besar untuk mengungkapkannya. Akhirnya ada sebentuk pengistiharan cinta eksplisit yang berbentuk surat agar si lelaki tidak perlu bertatap muka langsung sehingga menghapuskan kebimbangang kemungkinan penolakan secara langsung dari si wanita yang dicintainya di depan mata si lelaki tersebut.

Menurut anda, proses manakah yang ideal bagi seseorang untuk jatuh cinta? Dan benarkah seorang wanita "diharamkan" untuk mengutarakan rasa cintanya kepada lawan jenisnya terlebih dahulu? Hanya anda sendiri yang dapat menjawabnya. Kerana ianya bersifat sangat eksklusif dari individu yang sedang jatuh cinta itu sendiri.


Daptkan Tips-tips cinta dari kami
leo_sbon@yahoo.com
pon_anakriau@yahoo.com
ponimansimbolon@gmail.com

Tentang Cinta

~ Perkataan Cinta ~

PERKATAAN "CINTA" akan memberikan kesan yang berbeza bagi setiap orang yang mendengarnya, bergantung bagaimana pengalaman orang itu tentang cinta. Ada yang menganggap biasa saja, ada yang tersipu malu, ada yang memerah pipinya bahkan ada yang tersenyum bahagia, atau senyuman getir di bibir malah menghindari pandangan mata ketika ditanya (mungkin tak ingin diketahui rahsia yang pernah dialaminya tentang cinta).

Semakin "pahit" pengalaman atau cerita yang pernah terjadi maka biasanya pendapat yang dikemukan akan terdengar "buruk" atau mempunyai kesan yang negatif. Tetapi justru boleh juga menimbulkan kearifan kerana boleh memetik pelajaran yang berharga dari pahit getirnya cinta. Namun itu semua bergantung kedewasaan seseorang dalam menanggapi pengalaman batinnya tersebut.

Bagaimanapun rasanya cinta pada setiap orang, adalah sangat wajar jika setiap orang mempunyai pandangan yang berbeza, sekalipun untuk sebahagian orang pandangan tersebut mempunyai rasa egois, "sakit" atau terlalu berlebihan sehingga tidak masuk akal. Bahkan seringkali kita sulit untuk mengistilahkan secara tepat bagaimana rasanya cinta tersebut. Mungkin jika kita diminta untuk mengemukakan pendapat tentang sesuatu hal maka dengan lancar dan mudah kita akan menjabarkan secara terperinci dan tepat. Tetapi jika tentang CINTA? Kelihatannya sulit untuk memberikan huraian lengkap secara tepat tentangnya.

Berbicara tentang cinta tak akan pernah habis-habisnya, terlebih lagi bagi yang sedang "dimabuk" cinta, banyak epik dan cerita lucu tentang cinta, ada yang mengatakan jika cinta datang maka orang yang begitu diam boleh mendadak menjadi pandai bicara atau boleh menuliskan berlembar-lembar puisi tentang cinta. Cinta yang datang akan disertai berbagai reaksi, bagi sebagian orang akan lebih memperhatikan penampilannya, ia boleh saja kelihatan semakin cantik dan tampan kerana "hatinya terus bernyanyi" sehingga keceriaan tersebut terpancar dimata dan wajahnya. Ada pula yang dengan suka rela kehilangan miliknya kerana ingin berkorban agar mendapatkan sebuah cinta.

Begitu dasyatkah cinta sehingga boleh mengubah orang menjadi berbeza. Bercerita tentang cinta tidak boleh dengan logik sahaja kerana cinta tiada ada hubungannya dengan rasionaliti tetapi cinta erat sekali hubungannya dengan perasaan. Sempena menyambut hari Velentine ini, Ikuti artikel hasil pemikiran dan pandangan peribadi serta berbekalkan sedikit pengalaman saya tentang


Kamis, 27 Maret 2008

Jaringan

Jaringan Akses Fiber

Jaringan akses fiber atau Optical Access Network atau yang lebih sering disebut dengan JARLOKAF (Jaringan Lokal Akses Fiber), merupakan suatu solusi strategis bagi jaringan pelanggan namun sangat sensitif terhadap jenis teknologi. Penggelaran suatu teknologi JARLOKAF tidak optimum bila diterapkan secara kasus per kasus, baik dari sisi perencanaan maupun pengoperasian. Keberadaan panduan dan ketepatan pemilihan teknologi sangat mempengaruhi kesuksesan kegiatan operasi dan perawatan, efektifitas investasi serta kemudahan menyediakan jasa-jasa baru.

Teknologi

Teknologi JARLOKAF adalah teknologi yang sedang berkembang sehingga berbagai metoda transmisi dimungkinkan untuk diterapkan dan relatif masih terbatas jumlah implementasinya dilapangan. Teknologi Jarlokaf yang saat ini sudah berkembang dangan baik antara lain: DLC (Digital Loop Carrier), PON (Passive Optical Network), dan AON (Active Optical Network) dan HFC (Hybrid Fiber Coax).

DLC, PON dan AON, merupakan teknlogi jarlokaf dan dapat terintegrasi dengan copper pair, sedangkan HFC merupakan teknologi jarlokaf yang terintegrasi dengan coaxial.

Pemilihan teknologi JARLOKAF harus memperhatikan beberapa kriteria antara lain :

  • Jenis jasa dan kapasitas.
  • Kemudahan O&M.
  • Konfigurasi dan kehandalan sistem (reliability).
  • Kompatibilitas antarmuka dan sesuai standard (compatibility).
  • Tidak mudah usang dan dijamin produksinya.
  • Biaya efektif.
  • Tahapan pembangunan dan pengembangan dari teknologi JARLOKAF.

Fiber-Copper

Teknologi fiber-copper ini sangat banyak digunakan oleh operator telekomunikasi. Sedangkan teknologi fiber-coax banyak digunakan oleh operator cable TV di dunia. Beberapa teknologi JARLOKAF (fiber-copper) yang sedang berkembang dan diurut berdasarkan jumlah implementasi terbanyak ditunjukkan pada tabel 1.

No

Teknologi

Konfigurasi Dasar

Tipe Jenis Jasa

Keterangan

1.

DLC Konevensional

  • Point to point

· IS-A

Telah banyak digunakan di dunia.

DLC generasi baru (NG DLC) atau Flexible Multipexer

  • Point to point

· IS-A

· IS-B

Relatif baru dan belum banyak digunakan.

2.

PON

  • Point to multipoint
  • Percabangan sinyal optik pasif

· IS-A

· IS-B

· DS

Mulai dioperasikan secara komersial pada tahun 1994.

3.

AON

Point to multipoint melalui perangkat percabangan sinyal optik aktif

  • IS-A
  • IS-B

Dalam tahap pengembangan dan belum banyak digunakan.

Tabel 1. Teknologi sistem JARLOKAF

Ada pun PON dan DLC tersebut sudah banyak diimplementasikan. Dari kapasitasnya, PON mau pun DLC mempunyai perbedaan seperti pada tabel 2.

JARLOKAF

Type

Kapasitas Perangkat

Bit rate

Di lokasi sentral

Di lokasi pelanggan

PON

I

800

4

Berbeda Setiap Pabrikan

II

800

16

III

800

30

IV

800

60

V

800

120

DLC

I

120

120

8 Mbps

II

240

240

34 Mbps

III

480

480

34 Mbps

IV

1920

1920

140 Mbps

Tabel 2. Kapasitas sistem JARLOKAF

Fiber-Coax

Teknologi HFC merupakan suatu langkah teknologi yang unik, yang menggabungkan dua teknologi jaringan yang saling bertolak belakang. Pada satu sisi jaringan kabel tembaga termasuk jaringan kabel koaksial dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan layanan menuju layanan pita lebar (broadband services). Pada sisi yang lain digunakan jaringan kabel serat optik dengan kemampuan sangat tinggi yang saat ini sudah mencapai 10 Gbps. Penggabungan teknologi ini diharapkan menghasilkan performansi layanan yang baik, dapat mengimbangi teknologi lain yang berkembang seperti FITL (Fibber in the Loop) atau teknologi xDSL seperti ADSL (Asymetric-data Digital Subscriber Line) dan VDSL (Very high-data Digital Subscriber Line).

Konfigurasi jaringan dari headend sampai dengan BONU (Broadband ONU) menggunakan jaringan serat optik. Perangkat headend berfungsi sebagai integrasi fungsi modulator-demodulator dan sebagai antar muka. Fungsi modulator-demodulator digunakan untuk layanan broadcast dan off air TV, sementara fungsi antar muka digunakan dengan PSTN (Public Switched Telephone Network), dan komunikasi data.

Pada beberapa referensi terdapat pemakaian istilah yang berbeda, namun mempunyai maksud yang sama. Seperti penggunaan istilah HIU (Headend Interface Unit), CIU dengan CTU (Coaxial Terminal Unit), MDU dengan istilah CNU (Coaxial Network Unit). Penamaan istilah ini tergantung dari produk masing-masing vendor. Namun pada suatu saat nanti perlu adanya standarisasi dalam penamaannya.

Media yang digunakan dari headend sampai dengan fiber node adalah kabel serat optik, sebagai jaringan backbone. Sementara jaringan kabel koaksial dimulai dari titik fiber node sampai dengan terminal CUI, BIU atau MDU. Termasuk didalamnya sistem pencatuan perangkat, tapper dan amplifier. Perangkat CIU (Customer Unit Interface) digunakan untuk daerah residensial/perumahan, BIU (Business Interface Unit) untuk gedung perkantoran dan MDU (Multiple Dwelling Unit) pada apartemen/flat.

Layanan

Sistem DLC banyak digunakan bagi pelanggan yang terkumpul di gedung tinggi. Pemilihan sistem DLC basic atau primary disesuaikan dengan perkiraan pertumbuhan kebutuhan pelanggan dan pertimbangan investasi.

Sistem PON dapat digunakan bagi pelanggan terkumpul digedung tinggi maupun pelanggan tersebar di rumah-rumah tunggal dan akan semakin ekonomis bila digunakan juga untuk menyalurkan jasa TV kabel (CATV) dan jasa pita lebar lainnya. Hal ini ditempuh dengan cara instalasi co-located yaitu menggunakan kabel serat optik dan perangkat catu daya yang sama.

Layanan

PON

DLC

POTS

Ö

Ö

Payphone

Ö

Ö

Saluran sewa analog

Ö

Ö

Saluran sewa digital 64 kbit/s

Ö

Ö

ISDN BRA

Ö

Ö

ISDN PRA

Ö

-

Saluran sewa

N x 64 kbit/s

Ö

-

Saluran sewa 2 Mbit/s

Ö

-

CATV

Ö

-

Tabel 3. Perbandingan layanan DLC dan PON

Transmisi

Baik PON, DLC, maupun teknologi jarlokaf lainnya menggunakan suatu teknik transmisi. Teknologi transmisi jasa interaktif pita sempit pada JARLOKAF ditunjukkan pada tabel 4.

Skema Transmisi

Skema Transmisi Dua Arah

Jumlah Serat Optik

Panjang Gelombang

Keterangan

Space Division Multiplexing (SDM)

Simpleks

2 (dua)

1310 nm sinyal kirim dan sinyal terima

Sinyal kirim dan sinyal terima dikirim melalui serat optik yang berbeda.

Wave Division Multiplexing (WDM)

Dipleks

1 (satu)

  • 1550 nm sinyal kirim
  • 1310 nm sinyal terima

Sinyal kirim dan sinyal terima dikirim pada waktu yang bersamaan tetapi menggunakan panjang gelombang yang berbeda

  • 1310/1550 + x nm sinyal kirim
  • 1310/ 1550 - x nm sinyal terima

Time Compression Multiplexing (TCM)

Dupleks

1 (satu)

1310 nm sinyal kirim dan sinyal terima

Sinyal kirim dan sinyal terima di-kirm pada waktu yang berbeda dan bergantian

Tabel 4. Teknologi transmisi jasa interaktif pita sempit

Antarmuka

Teknologi antarmuka perangkat JARLOKAF dengan sentral lokal (STO) yang digunakan adalah :

  • Antarmuka Z (analog 2 kawat)
  • Antarmuka digital 2 Mbps V5.1
  • Antarmuka digital 2 Mbps V5.2.

Konfigurasi antarmuka V5.x ditunjukkan pada gambar 1.

Keterangan:

  • Ia = Titik referensi disisi LE
  • Ib = titik referensi disisi AN
  • QLE = Titik referensi TMN disisi LE
  • QAN = Titik referensi TMN disisi AN

Modus Aplikasi

Sistem JARLOKAF paling sedikit memiliki 2 (dua) buah perangkat opto-elektronik yaitu 1 (satu) perangkat opto-elektronik di sisi sentral dan 1 (satu) perangkat di sisi pelanggan selanjutnya disebut Titik Konversi Optik (TKO).

Perbedaan letak TKO menimbulkan modus aplikasi atau arsitektur JARLOKAF berbeda pula yaitu:

Fiber To The Zone (FTTZ)

TKO terletak di suatu tempat diluar bangunan, baik didalam kabinet dengan kapasitas besar. Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga hingga beberapa kilometer. FTTZ umumnya diterapkan pada daerah perumahan yang letaknya jauh dari sentral atau bila infrastruktur duct pada arah yang bersangkutan, sudah tidak memenuhi lagi untuk ditambahkan dengan kabel tembaga. Arsitektur FTTZ dapat dilihat pada gambar 2.

Fiber To The Curb (FTTC)

TKO terletak di suatu tempat diluar bangunan, didalam kabinet dan diatas tiang dengan kapasitas lebih kecil (£ 120 SST). Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga hingga beberapa ratus meter. FTTC dapat diterapkan bagi pelanggan bisnis yang letaknya terkumpul di suatu area terbatas namun tidak berbentuk gedung-gedung bertingkat atau bagi pelanggan perumahan yang pada waktu dekat akan menjadi pelanggan jasa hiburan. Arsitektur FTTC dapat dilihat pada gambar 3.

Fiber To The Building (FTTB)

TKO terletak di dalam gedung dan biasanya terletak pada ruang telekomunikasi di basement namun juga dimungkinkan diletakkan pada beberapa lantai di gedung tersebut. Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga indoor atau IKR. FTTB dapat diterapkan bagi pelanggan bisnis di gedung-gedung bertingkat atau bagi pelanggan perumahan di apartemen. Arsitektur FTTB dapat dilihat pada gambar 4.

Fiber To The Home (FTTH)

TKO terletak di dalam rumah pelanggan. Terminal pelanggan dihubungkan dengan TKO melalui kabel tembaga indor atau IKR hingga beberapa puluh meter. Arsitektur FTTH dapat dilihat pada gambar 5.

Daftar Pustaka

  1. KANTOR PERUSAHAAN PT TELKOM, DIVISI RISET TEKNOLOGI INFORMASI, Fibre In The Loop Design Guideline, 1995.
  2. KANTOR PERUSAHAAN PT TELKOM, DIVISI RISET TEKNOLOGI INFORMASI, Telecommunication System Standard Optical Access Network Based On Passive Optical Network Technology, 1997.
  3. KANTOR PERUSAHAAN PT TELKOM, DIVISI RISET TEKNOLOGI INFORMASI Technical Specification Digital Loop Carrier For Optical Transmission Systems, 1997.
  4. KANTOR PERUSAHAAN PT TELKOM, DIVISI RISET TEKNOLOGI INFORMASI Dokumen Standar Sistem Hibrid Fiber Coax, 1998.
  5. KANTOR PERUSAHAAN PT TELKOM, DIVISI RISET TEKNOLOGI INFORMASI Rilis Teknologi Strategi Implementasi Jarlokaf, 1998.

Arief Hamdani
E-mail: hamdani@risti.telkom.co.id atao leo_sbon@yahoo.com