Situs ini sederhana namun maknanya sunggu luar biasa, di sini juga membahas tentang perkembangan teknologi komunikasi dari jaman orde lama sampai orde baru, dan memuat berita yang akurat serta terpercaya. Bagi anak remaja /dewasa waktunya anda mengetahui bagaimana perkembangan serta pertumbuhan dari jaman dahulu sampai sekarang.
Urusan Pajak, dan Konsultan Akunting
Silahkan Kunjungi Situs Kami di www.bristoltaxservice.com
Jumat, 11 Februari 2011
Seorang pengusaha sukses terjatuh di kamar mandi
Seorang pengusaha sukses terjatuh di kamar mandi dan mengalami stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Di saat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.
Malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!"
"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang..." kata si pengusaha ini dengan yakinnya.
Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati. Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali merngunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "apakah besok pagi aku sudah pulih? pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit."
Dengan lembut si Malaikat berkata, "Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu."
Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka".
Kata Malaikat, "Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu"
Kembali terlihat di mana si istri sedang berdoa jam 02:00 pagi, " Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar di hadapan-Mu, tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri..." Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat.
Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini... timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.
Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang!
Dengan setengah bergumam dia bertanya, "Apakah di antara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"
Jawab si Malaikat, "Ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah."
Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam. Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.
Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, "Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu! kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00.
Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu. Bukankah itu Panti Asuhan? kata si pengusaha pelan.
Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.
Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.
Sahabatku,
Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain. Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia, mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia. Di saat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.
Kemudian saya mengajak kita marilah dalam hidup kita yang singkat ini benar benar berbuat kebaikan kepada setiap orang, setiap waktu dan pada setiap keadaan sehingga ada orang yang selalu mendoakanmu dan ketika ajal menjemput kita maka mereka akan mengingat kita sebagai orang yang baik.
Tuhan memberkati!
Penulis :
Edit :
Mr. PoN
Malaikat memulai pembicaraan, "Kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!"
"Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang..." kata si pengusaha ini dengan yakinnya.
Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati. Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali merngunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, "apakah besok pagi aku sudah pulih? pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit."
Dengan lembut si Malaikat berkata, "Anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktumu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu."
Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Di layar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka".
Kata Malaikat, "Aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu"
Kembali terlihat di mana si istri sedang berdoa jam 02:00 pagi, " Tuhan, aku tahu kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tahu dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tahu dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalaupun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar di hadapan-Mu, tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri..." Dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat.
Melihat peristiwa itu, tanpa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini... timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.
Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat! Tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang!
Dengan setengah bergumam dia bertanya, "Apakah di antara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?"
Jawab si Malaikat, "Ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogan, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah."
Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam. Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.
Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, "Anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu! kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00.
Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu. Bukankah itu Panti Asuhan? kata si pengusaha pelan.
Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tahu tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.
Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.
Sahabatku,
Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain. Ketika kita mengingat seorang sahabat lama/keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia, mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia. Di saat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.
Kemudian saya mengajak kita marilah dalam hidup kita yang singkat ini benar benar berbuat kebaikan kepada setiap orang, setiap waktu dan pada setiap keadaan sehingga ada orang yang selalu mendoakanmu dan ketika ajal menjemput kita maka mereka akan mengingat kita sebagai orang yang baik.
Tuhan memberkati!
Penulis :
Loran Napitupulu
Edit :
Mr. PoN
Kamis, 10 Februari 2011
Sejuta Impian, Beribu-ribu kenangan.
Sedikit senang sedikit Sedih dan Susah ... ( Hidup Segan Mati tak mau )
inilah sebutan yang cocok bagi saya pada waktu itu,
kehipuan saya yang berliku-liku menghancurkan segala harapan dan impian saya. Sejak bersekolah di Jln. Nias Ujung No.67 P. Siantar - Sumatra Utara perekoniman pada waktu itu masih sulit, dulu HP blom ada kalaupun ada masih Nokia 3315, 3310 sangat mahal dulu harnya hp ini masih Rp 1500.000 / unit di tahun 1998, gw blom bisa beli mahal bgt ... harga permen aja waktu itu masih Rp.25 / butir
Minggu sore saya nyampe di Jln. nias Ujung P. siantar dengan diantar bapak dari bagan batu - riau ( kampung halam ) setiba disana terasah gelap seperti hutan, karena kosan di belakan rumah di tumbuhi oleh pohon pisang yang tinggi-tinggi, ternyata kosan itu penghuninya Bpk. Marbun kepala sekolah. Bingung sejenak ... ko sama seperti di kampung saya ( dalam hati ) wahh sejenak merenung sambil melihat di sekitar kamar dan depan pintu , kget ternyata banyak padi / sawah.. wahhh..... ini sama seperti kampung nenek saya, besok paginya.
Habis serapan pagi , pada waktu itu saya bayar sama ibu kosan yang tidak lain lagi Bpk. Kpl. Sekolah, setelah serapan pagi langsung siap-siap untuk mengikuti upacara bendera, selesai upacara guru mengarahkan ruangan kelas 1 SMP .
dan disana mulai terasa senang dan bahagia pertama sekolah kelas 1 SMP langsung merantau berpisah dgn kedua orang tua saya, Sedih bercampur bahagia.
Hari berganti hari bulan berganti bulan dan tidak terasa satu tahun berlalu, hingga suatu ketika saya mulai mengenal apa itu Perasaan, penderitaan, kesenangan,. berbicara tentang perasaan itu datang dari wajah yang tersenyum aura yang menggoda dan tatapan mata, cara berjalan sampai perkataan yang lembut dan bagaimana seseorang itu merespon pandangan kita atau senyuman kita hingga perkatan yang kita ucapkan sehingga dapat menggugah hati dan pikiran. jika perasaan itu tidak tumbuh dgn lawan jenis maka timbullah penderitaan, derita bukan luka. saya pernah jatuh hati kepada seseorang waktu itu saya masih duduk di bangku sekolah 2 SMP timbul perasan yang menanjubkan dan membuat semangat dalam hidup ini namum tidak kesampaian oleh karena blom ada nyali atau bisa dikatakan blom jantan. he.he.he.he
Entah kenapa persaan itu ada dalam hatiku dan perasaan itu berakhir dikarenakan oleh persaingan. he.he.he. saya orangnya suka menyerah jika ada yang bersaing , kecuali tidak teman dekat. masalahnya teman dekat yang menjadi saingan saya.......
( sebenarnya blom cinta pertama ) hanya mengagumi.
banyak hal yg harus saya critakan, dari hal terkecil sampai terbesar. dari merokok, main judi, mabuk-mabukan, itu semuanya masa sewaktu SMP yang tidak terlupan, . sampai bergabung dengan GenK "GaTreSs" ( Gabungan Anak Stres ) ketua GaTreSs pada waktu itu "Ucok Gondrong" yang sangat peduli dan selalu memperhatikan anak2 kosan, dan saya adalah teman baik dia, dulu nama sebutan saya "Ponirin, pada waktu itu tempat nongkrongan kita di kuburan, di lapangan bola , di warung yang di sebut "Kondet" (warkon) warung kondet.
Sejenak terlupakan tentang perasaan, oleh karena kesenangan dunia semata berupa minum-minuman , dan main judi, uang rokok aman . saya semakin ketagian dan selalu keluyuran / begadang . singkat cerita, setelah 2 tahun berlangsung bangun pagi terdengar suara tangisan dan saya langsung di banguni, kaget ada apa ? Ternyata Bpk. Marbun meninggal , oleh karena bapak ini adalah sangat baik sama saya, "sewaktu hidupnya beliau selalu membanguni saya untuk menemani pergi kepasar, menemani ke Telkom, bertelepon ke luar negri lewat wartel bayangin jam 5 pagi saya di banguni. selalu saya yg di banguni untuk menemani beliau, anak kesayangannyalah saya, makanya tidak heran jikalau saya berbuat brutal/ bandal di sekolah tidak ada hukuman apa-apa ( bebas)
Saya tidak percaya "sejenak saya kaget" dan tidak percaya jam 5 pagi itu beliau meninggalkan kami. Sumpah... saya menangis dan tidak percaya, bahkan ibu beliau mengatakan saya harus di samping biliau., benar-benar tidak dapat terlupakan, hingga menulis tulisan ini saya sambil menangis . Emang sih beban bapak ini sangat banyak, dimana perebutan Tanah milik Gereja Advent Jln. Nias Ujung selalu masalah sampai sekarang , tanah itu tidak mau menjadi milik Advent maka mereka demo dan melempari rumah sekolah oleh pihak2 yg tidak bertanggung jawab. sunggu kejadian itu tidak dapat saya terima.
Padahal proses pembangunan sudah berlangsung, gedung yang akan di rencanakan membuat sekolah kini tertunda, oleh karena pihak yg tidak bertanggung jawab selalu melempari para pekerja bangunan, bukan cuma pekerja bangunan yang dilempari rumah almarhum Bpk. Marbun ikut di lempari . sungguh terlalu, gedung yang tadinya ingin menjadi sekolah kini menjadi momen yang pahit.. , namun di bangunan itulah saya terkena musibah setelah kematian Pak marbun 1 kedepannya, saya semakin brutal merokok semakin keras dan main judi, bahkan uang sekola saya judikan, dan mabuk-mabukan untung gk mabuk janda.ha..ha.ha.ha.!!
1,2,3,4,5,6,7,10,,20 kali aman2 saja dan tidak ketahuan sama guru. karna semakin merasa aman maka saya tidak takut lagi main judi di depan kelas 3 SMP waktu itu guru melihat dan langsung memanggil ke kantor, tiba di kantor. jawaban saya singkat: "
cuma cepe-ceppean bu
.itupun masih baru main bu" sambil tertawa ."
karna waktu itu saya main judi lempar koin . wah dalam hati untung cuma duit saya di ambil coba kalau di kasih tau sama orang tua, bisa gawat. dan hal itupun saya belum menyerah tetap keras hati dan selalu main judi dan merokok, suatu ketika saya dan bersama 2 orang lagi teman ketahuan merokok, apess deh hari itu, kebetulan kepala sekolah dah ganti, Bpk. Malau.. whhh bpk ini galak amat.. !! kamipun di panggil di kantor kepas, sampai disana kami bertiga di kasih merokok sekali isap 3 batang. wah dalam hati ini hukuman atau membaut kematian ! dengaan paksaan saya dan bersama teman terpaksa menghisap rokok 3 batang harus habis dalam waktu 5 menit, mulai dari situ saya merasa jengkel melihat Bpk itu.
Namun tetap saja saya tidak berubah semakin menjadi-jadi, semakin banyak kejahatan yg saya lakukan main Bilyar, main Tusok, Jekpot, mabuk sambil lempar sekolah , mencuri uang kaka karna gk ada duit trus main judi dan bolos dari kelas, penyakit nomor 1 merokok, soalnya lebih baik tidak makan dari pada tidak merokok, sampai barang harampun / Ganja sudah saya gunakan. mungkin dari situlah Otak saya mulai kacau.....
Otak sudah kacau dan pikiran kacau, begadang hampir setiap malam + masalah yang datang emosi memuncak, pikiran melayang-layang ingin itu, dan ingin ini. kalau tidak terpenuhi pelarian ke judi Togel, kartu, mabuk2 padahal saya masih kelas 3 SMP, hingga suatu ketika turunlah surat peringat terakhir buat saya, surat itu sudah di kirim dan ada di tangan kedua orang tua saya, saya di telepon kedua orang tua, kemudian sejenak merenungkan semuanya, karena sebentar lagi mau ujian UAS dan UAN. menahan diri walaupun terkadang masih mencuri untuk menghisap sebatang rokok dan minum pada waktu guru tidak ada,. Puji Tuhan saya LULUS.,
Masuk ajaran smester I, mulai terasa hebat karna tidak pake celana pendek lagi,he..he.hee. namun peristiwa masa lalu terulang lagi, masih blom tobat. Waktu itu saya pinda kosan satu kosan dengan marga Aritonang itu juga sementara disana kami happy ada canda tawa dan ada kesedihan. peristiwa yang ini sunggu tidak terlupakan dan hanyalah .
Suatu ketika , Pertolongan Tuhan ada pada hidupku , yang membuat saya masih dapat Hidup sampai sekarang. kejadian'nya adalah:
waktu itu guru2 mengatakan bahwa izasah yang asli harus di kumpukan paling lama Tgl..... karna di minta oleh pihat dekdiknas se Kota Maday P. Siantar. nahh.. kebetulan saya blom bawa, besoknya setelah pengumuman saya dan beserta teman2 PULKAM, kamipun pulkam rame2 yang tadinya saya tidak dapat bus lagi, ternyata masih ada bus yg blom berangkat,ehh...eh.. tau-taunya teman2 saya banyak di dalam bus, salah satunya marga Aritonang namnya tidak sengaja tidak di tulis, dulu karna almarhum ini pernah menyiksa saya sewaktu SD, bayangin saya hampir di bacok dgn golok, benar2 peristiwa itu sunggu sadis,
Terlepas dari situ, kita lanjutkan cerita perjalan menuju kampung masing2, di perjalanan kami ada 7 orang dari P. siantar naik bus Berlian Baru. di perjalanan 2 kali bocor ban, kamipun masih sempat bercanda ria selama perjalanan, yang tadinya saya dan marga Aritonang ini tidak kompak, karena masih teringat masa lalu sewaktu SD, sekarang tiba2 kompak bangat sambil bencanda minum ES , saya sejenak heran . didalam bus kami bercanda jg dan waktu itu saya di depan persis di samping supir tempat duduk saya, dan tiba2 supir mengatakan REM bus ini dah gk bisa lagi, trus supir mengatakan bahwa tidak sanggup membawa kondisi REM bus seperti ini . tapi kendektor berkata hayula kita pelan2 saja sudah tanggung. Posisi duduk kami ada tiga orang di sebelah kiri marga Samosir di Tengah marga Aritonang dan saya persisi di samping supir. perjalanan berjalan terus, hingga sekitar jam 6 sore lewat, entah kenapa perut saya sakit banget pengen "BAB"( buang air besar ) dugaan saya karena jajan ES krem . oleh karena saya sakit perut, saya pindah ke belakang jarak 1 bangku dari supir, posisi kami berganti yang tadinya saya dekat supir sekarang marga Aritonang yang dekat supir, setelah 10 menit saya di belakang tiba2 terdenagar Bruuk...bruck...cccciiiiittttt.. suara hantaman benda, saya langsung pejamkan mata sambil memegang bangku dan mendengarkan jeritan penumpang setelah itu saya buka mata ternyata sudah hancur depan bus di hantam dengan mobil Tangki minyak, kamipun keluar dari bus sambil mencari teman2. tiba-tiba terdengar suara minta tolong. Totolong......tolong....Tolong Tuhan kaki'ku. suara itu langsung kami cari, ternyata suara marga Aritonang , kami langsung beri bantuan, kakinya sudah mengganjal ban mobil tangki, kemudian kami minta tolong supaya mobilnya tangki di mundurkan kebelakang agar dapat menarik kaki teman kami yang kejepit , pertolongan yang kami terima cukup lama sekitar 5 menit , setelah ada pertolongan kami melihat kakinya sudah remuk. Sambil menjerit-jerit kepada Tuhan, sambil menunggu bantuan untuk membawa kerumah sakit , dia berkata "Tolong doakan saya Lae" saya menjawab ok lae, kamu pasti sembuh. namun rencana Tuhan berberda, bantuan untuk membawa ke rumah sakit sungguh lama lebih kurang 10 menit baru ada yang membantu, kami naik mobil pickup di dalam masih ada minyak. di dalam mobil pickup teman saya ini masih sempat menatap mata saya beberapa kali sambil berkata"Tolong doakan Saya lae" saya menjawab sambil menangis ialae kamu pasti sembuh . setiba di Rumah sakit teman kami ini sudah semakin lemas, team medis/ dokter meminta salah satu dari kami untuk memegang tangan'nya kemudain saya pegang tangan kanannya, asli di depan saya, sudah tidak berdaya lagi. denyut nadi di tangannya tidak berfungsi. mungkin karna pertolongan kelamaan, sampai 15 menit baru nyampe di rumah sakit. Ohh Tuhan Terima kasih yang tadinya sayalah yang mati, Ohh...TUHAN engkau sungguh baik bagi'ku seandainya perut saya tidak sakit, mungkin saya akan mati. namun Rencana Tuhan masih ada pada hidupku. posisi tempat duduk saya menjadi diduduki teman saya marga Aritonang, seandanya saya duduk disitu maka otomatis saya akan terlempar ke depan. Peristiwa ini menjadi peringatan akan aku, bahwa setiap saya melakukan dosa kalau saya anggap itu kesalah berulang-ulang saya pasti sakit perut,<
Intinya: sebandal apapun kehidupan kita, sebrutal apapun itu yang kita lakukan ingat satu hal ber DOA' dan jangan pernah tinggalkan Ibadah'mu baik itu ke Gereja maupun yang beragama muslim ingat ke mesjid. keculai sakit parah, kita harus ingat itu Intinya jgn samapi lupa Ber DOA.
Terlepas dari peristiwa itu, kembali lagi ke sekolah Jln. nias ujung pematang siantar tempat saya sekolah, teguran kecelakan itu belum membaut saya benar2 bertobat, pada bulan nopember saya melakukan kesalahan, mungkin ini juga rencana'Nya supaya saya meninggalkan kehidupan yang gelap ini. peristiwanya saya merokok hari sabtu di gedung depan sekolah sambil memanjat saya menghisap rokok saya rasa tidak ada yg melihat, tiba-tiba keponakan atau anaknya kepala sekolah, "karena di sekolah Advent tidak bisa merokok" kalau ketahuan merokok bisa di hukum dan kalau keseringan merokok bisa di keluarin, wahh apess deh waktu itu , malamnya si anak itu mengasih tau sama guru kpl sekolah malam itu juga saya langsung di pukuli pake rotan, tidak senang dengan pemukulan itu saya langsung manggil ketua GeTreSs "Ucok Gondrong" saya jemput dan langusung mereka datang membawa besih / bekas rongsokan. entah kenapa tiba2 saya tidak ada nyali dan rasa emosi saya redup ( kata oarang bapak ini punya ilmu pitonggam ) saya kuran tau apa ito ilmu Pitonggam, ini juga saya dapatkan dari teman , bahwa bapak itu punya ilmu pitonggam, yang manfaatnya meredupkan emosi oleh karena kebenaran'nya!! ..tau gk, saya kaget karena besok paginya saya disuruh pulang, saya heran seperti bahagia saya pulang dan tidak ada rasa emosi dan bersalah , mungkin di pelet ya.he.he.he. ! sebelum pulang malamnya saya sempatkan main judi waktu itu menang Rp.150.000. wahh rejeki di balik penderitaan. he.he.he
Kemudian saya pulang, dan tidak naik bus Berlian Baru lagi , saya naik bus PMH. setibanya di kampung orang tua sudah tau peristwa yang saya alami, dan mereka mengatakan ya sudah gk usah kau sekolah , kemudian saya memohon kepada sang ibu tercinta, please mama ...saya mau sekolah dengan bahasa medan/batak. kemudian ibu menjawan "nanti" kamu ulangi lagi, saya menjawab saya janji Ma , tidak mengulangi lagi, orang tua saya tidak percaya, dan mama berkata di sini aja bantu2 Bapak/mama ngambil brondolan kelapa sawit.. ahh gk mau ma, jawab saya, trus saya mengajukan sekolah di SLA Martoba. P.siantar. trus mama katakan ahh jangan sekolah disitu mahal uang sekolahnya, percuma bayar mahal2 tetapi kamu masih bandal.. lebih baik kerja. kemudian saya menangis meminta sekolah lagi. kemudaian mama menjawab, ok mama lihat dulu perkembangan/ pertobatan kamu untuk sementara hukumannyakamu menganggur dulu. "saya menjwab. ok ma."
Kemudian tidak terasa hari berganti hari bulan berganti bulan saya jalani dgn bekerja membantu kedua orang tua saya, walaupun 1x 2 minggu setiap panen kelapa sawit baru saya kerja, karna saya malas kerja.
waktu itu saya habiskan waktu libuaran/ngangur saya dengan berjualan dengan saudara saya marga Situmorang satu hari jarak tempuh 20Km yang kami lalui, berangkat pagi pulang sore. kegiatan ini supaya menghilangkan peristiwa SMP. tapi uang penghasilan saya gunakan main judi lagi. waduhh benar2 saya tidak manusia ya, sudah didepan orang tua tapi saya berani main judi untuk mengisi waktu saya arahkan teman bermain judi "kapiok" dadu. saya sebagai bandar , saya buat dadunya dari kayu. waktu itu ada 3 dan 4 orang lawan saya , yaitu marga Harianja, Sinaga, Simatupang. nahh yg paling lucunya ber-3 ini sering minta sebagai bandar karna bandar sering menang. he.he.h.he. tapi paling aneh kalau marga sinaga sebagai bandar jarang menag . kwak..wakk..wakk kasihan.. inilah kenangan yang indah. bukan cuma main judi saya lakukan merokok juga. suatu ketika saya pernah ketangpat sama ibu , entah kenapa setiap saya melakukan hal yang sama keseringan ketahuan , saya sangat heran melihat ibu . kemudian saya punya tekat sebelum tahun ajaran nanti saya akan benar2 bertobat "cari perhatian sama mama" biar bisa sekolah lagi. 3 bulan sebelum pendafratana saya mulai menahan diri tidak merokok, tidak main judi. ternyata berhasil
Tidak terasa 1 tahun waktu itu saya lewati dgn happy,, tiba waktunya pendaftaran siswa baru bulan juli, saya meminta lagi dgn sungguh-sungguh untuk sekolah di SLA Martoba P. Siantar. benar2 saya menangis dan sambil memeluk mama tercinta " ma saya janji tidak akan bandal lagi." sambil menangis, trus jawaban mama pertama: daong "huboto-boto i" di sonpe nunga berani ho marjudi dohon marsigaret apa lagi daong hubereng ( artinya: mama gk tau tu, pa benar2 kau bertobat, kau sendiri yang tau, di depan mama aja sudah berani kau mebuat kesalahan yang sama apa lagi gk di depan mama" ) saya menjawab ini terakhir ma" saya minta , kalau nanti saya bandal saya gk mau sekolah lagi. mendengar perkataan itu" mama langsung diam termenung"dan melihat saya, jawab mama: "oke janji ya" kalau sempat kamu bandal dan di keluarin dari sekolah, mama gk nyekolahkan kamu lagi. Dengan tersenyum dan tertawa saya menjwab. Ok mama baik. mama mengingatkan kembali" ingat ya janjimu" okla ma, jawab saya. sekitar seminggu lagi saya berserta teman2 berangkat ke SLA, kali ini gk di antar bapak lagi, karna saya sudah berpengalaman. :)
Di kampus ini saya tidak asing lagi karena sejak sekolah di Jln. Nias ujung saya sudah sering ke kampus ini bermain dan di sinilah saya di Babtiskan . hari2ku aku habiskan hingga sampai selesai / tamat dari bangku kelas I,II,III berjalan walaupun ada liku-liku sedikit tapi tidak separah pada waktu SMP, penyakit saya di SLA Martoba adalah main Bilyar sampai HP saya jual karena kalah main bilyar.. kalau merokok saya dah jarang bangat bisa di hitung selama 3 tahun sekolah di sana cuma 4 kali merokok itupun karena ada masalah degan cewe .
Rindu...rindu tapi benci, benci karena belum ada kepastian yang saya terima dari dia, hatiku terus memikirkan dia, waktu2ku terus menghayal berharap Cinta ini dapat diterima, semunya sudah saya lakukan hanya untuk mendapatkan dia, namun blom waktunya cinta itu mekar, bersemi .semuanya itu olehkarena jarak kami yang semakin jauh antara Indonesia dan Luar negri, antara Perasaan yang terpendam dan hati yang terluka, namun aku sadar suatu kelak nanti akan kita bertemu, "SATU NAMA SELALU DALAM HATI"
Tempat saya bermain dan disinilah saya mengikuti KKR sebelum saya di babtiskan.
Langganan:
Postingan (Atom)

kampus saya sewaktu SMA di P. Siantar